Politeknik
Kelautan dan Perikanan Sidoarjo (Politeknik KP Sidoarjo) merupakan Pendidikan
Tinggi Kedinasan di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam
pelaksanaannya, Politeknik KP Sidoarjo sebagai Perguruan Tinggi sangat
memperhatikan adanya Tri Dharma, salah satunya adalah kegiatan Pengabdian
kepada Masyarakat.
Sunday, April 30, 2017
Politeknik KP Sidoarjo BAZAR PRODUK PERIKANAN dan SEMBAKO MURAH di PASAR INDUK PUSPA AGRO SIDOARJO
Label:
Aku dan Kegiatanku
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Friday, March 24, 2017
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Delta International College (DIC) Business School dan PT. Titan Kreatif Solumuna
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo (Politeknik KP Sidoarjo)
menandatangani Nota Kesepahaman
dengan Delta International College (DIC) Business
School
dan PT. Titan Kreatif Solumuna di bidang penelitian, pengembangan, pelatihan dan pengabdian. Nota Kesepahaman ini ditandatangani
oleh Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Dr. Bambang Suprakto, A.Pi, MT dan Direktur
DIC, Syamsul dan PT. Titan Kreatif Solumuna, Irfiandi pada hari Rabu, 24 Maret
2017 di Kantor Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Dr. Bambang Suprakto, A.Pi, MT mengatakan bahwa Nota Kesepahaman dengan DIC dan PT. Titan Kreatif Solumuna ini merupakan peluang yang baik bagi Politeknik KP Sidoarjo untuk terus memaksimalkan dan meningkatkan kualitas produk lulusannya yang diproduksi Politeknik KP Sidoarjo.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan peluang yang baik bagi Politeknik KP Sidoarjo untuk terus berkembang. Sebelumnya, Politeknik KP Sidoarjo sudah memulai untuk membuka jalur komunikasi dengan pengguna terkait proses penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan lulusan dengan spesifikasi dan kualitas yang sesuai dengan keinginan pengguna. Dengan adanya penandatangan Nota Kesepahaman ini, proses ini akan berjalan semakin lancar.
Label:
Aku dan Kegiatanku
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Monday, November 21, 2016
Manfaat Ikan bagi Kesehatan
Indonesia merupakan negara maritim dengan dua
per tiga bagiannya adalah lautan. Dengan kondisi geografis demikian produksi
ikan di Indonesia sangat berlimpah. Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi
dengan tingkat konsumsi produk hasil perikanan dan kelautan. Rendahnya konsumsi
ikan Indonesia disebabkan kondisi ekonomi masyarakat dan masih sulitnya
masyarakat pelosok mendapatkan ikan dikarenakan alur distribusi yang lambat dan
ikan segar tak lagi murah sampai ke tangan konsumen.
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan(P2HP) mengatakan bahwa indeks konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia hanya 91,7 gram/kapita/hari dan pola pangan harapan (pph) minimal 150 gram/kapita/hari. Kurangnya konsumsi tersebut berdampak pada fisik dan kecerdasan masyarakat Indonesia. Saut juga mengatakan bahwa ikan sebagai bahan pangan yang mudah diproduksi, bergizi tinggi, serta tersedia sepanjang tahun menyebar di seluruh Indonesia mampu mengatasi masalah kasus bayi gizi ganda dan stunting atau bayi lahir pendek. Guna mendukung pencapaian konsumsi tersebut, maka dicanangkanlah Hari Ikan Nasionalpada tahun lalu.
Tanggal 21 Nopember sebagai Hari Ikan Nasional (HARKANAS) telah ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 3 Tahun 2014 Tentang Hari Ikan Nasional yang ditandatangani pada 24 Januari 2013. Melalui Hari Ikan Nasional diharapkan mampu menggugah kesadaran nasional tentang peran penting sektor kelautan dan perikanan dalam pembangunan Indonesia. 21 Nopember sendiri juga bertepatan dengan peringatan World Fisheries Day atau Hari Perikanan Dunia.
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan(P2HP) mengatakan bahwa indeks konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia hanya 91,7 gram/kapita/hari dan pola pangan harapan (pph) minimal 150 gram/kapita/hari. Kurangnya konsumsi tersebut berdampak pada fisik dan kecerdasan masyarakat Indonesia. Saut juga mengatakan bahwa ikan sebagai bahan pangan yang mudah diproduksi, bergizi tinggi, serta tersedia sepanjang tahun menyebar di seluruh Indonesia mampu mengatasi masalah kasus bayi gizi ganda dan stunting atau bayi lahir pendek. Guna mendukung pencapaian konsumsi tersebut, maka dicanangkanlah Hari Ikan Nasionalpada tahun lalu.
Label:
berita perikanan
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Friday, February 5, 2016
Waspada! Modus Baru Praktik Illegal Fishing
KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengendus adanya modus baru dalam praktik illegal fishing. Setelah dilarang untuk menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia, para pelaku mulai memanfaatkan nelayan lokal dengan imbalan hasil tertentu.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mendapati informasi ini ketika berdiskusi dengan para nelayan di kantornya, Jakarta, Rabu (3/2). Nelayan lokal mengaku mendapatkan beberapa tawaran, seperti kepemilikan saham 5%.
“Orang datang ke mereka, suruh bikin kapal mengelola, nanti akan diberi saham 5%. Orang dari Taiwan dari luar, seperkiraan kita mereka akan menyusup, dengan dilarangnya asing mereka akan pinjam nama orang kita,” kata Susi.
Susi juga mendapatkan kabar lainnya dari Cilacap, Jawa Tengah. Beberapa pihak menawarkan kapal untuk dibagikan di wilayah timur Indonesia. Dengan syarat, kapal berukuran besar bisa masuk ke perairan Indonesia.
“Tadi malam saya SMS yang Cilacap, masak ada orang yang mau bagikan kapal ke Indonesia timur, minta izin kapal induk, kayak SS2. Itu tidak mungkin kita izinkan, karena semua harus landing di pelabuhan,” lanjut Susi.
Di sisi lain, ada nelayan lokal yang langsung ingin membuat 10 kapal dengan ukuran menengah. Namun belum mengurus izin Wilayah Pengelolaan Perikanan. “Ada beberapa keanehan, katanya mau bikin 10 kapal. Kan orang mau bikin WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) dulu, aturan seperti itu baru bikin kapal. Kalau dia tidak bikin WPP, jangan bikin kapal dulu, dan kelihatannya itu sudah ada ceritanya ada sebuah perusahaan yang sudah izin kapal dan masih baru kapalnya. Indikasi itu sangat kuat,” terang Susi.
Label:
berita perikanan
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
AWAL KEBANGKITAN AGRIBISNIS di POLITEKNIK KELAUTAN dan PERIKANAN SIDOARJO
Januari 2015 merupakan bulan dan tahun KERAMAT bagi taruna-taruni AGRIBISNIS Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Oh yah, benarkah ...
