SURABAYA – Pengucuran kredit untuk sektor perikanan selama ini banyak dihindari kalangan perbankan. Pasalnya, sektor ini berisiko tinggi menimbulkan kredit macet. Namun,saat ini banyak nelayan yang menggunakan teknologi modern sehingga potensi terjadinya kredit macet makin terkurangi. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, sektor perikanan kini telah mengalami evolusi dalam hal pemanfaatan teknologi. Dengan teknologi ini akan mampu meminimalkan risiko dan melipatgandakan hasil panen.
Friday, December 7, 2012
Kredit Sektor Perikanan Punya Potensi
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Tuesday, December 4, 2012
WUJUDKAN GOOD GOVERNANCE, KKP KEMBANGKAN BUDAYA ANTI KORUPSI
Peringatan hari antikorupsi sedunia dapat dijadikan momentum untuk menegakkan kaidah pemerintahan yang bersih baik secara moral, politik maupun hukum, dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel (Good Governance). Prinsip Good Governance dapat mengisyaratkan kepada setiap jajaran birokrasi dan pemimpin di negeri ini bahwa mereka memiliki kewajiban baik secara moral, politik, dan hukum. Demikian dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo ketika menghadiri acara ‘Talkshow Anti Korupsi’ di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Selasa (4/12).
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Thursday, November 29, 2012
TAHUN 2013 BLUE ECONOMY MULAI DITERAPKAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, pada 2013 akan menerapkan paradigma blue economy di beberapa titik wilayah di Indonesia Timur dan Barat sebagai langkah strategis di dalam percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan.
“Kita telah mengadakan kerjasama (MoU) dengan Direktur Blue Economy Holding KK Gunter Pauli. Pada 2013, pilot project blue economy segera diimplementasikan dari beberapa titik di wilayah Indonesia Bagian Barat hingga Wilayah Timur Indonesia,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo di Bogor, Jawa Barat Rabu(28/11).
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Wednesday, November 28, 2012
INDONESIA JAJAKI KERJA SAMA PELATIHAN PERIKANAN DENGAN NORWEGIA
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjajaki kerja sama dengan Norwegia untuk meningkatan kapasitas (Capicity building) berupa pelatihan-pelatihan kepada para pelaku usaha perikanan di Indonesia.
“Indonesia-Norwegia tengah menjajaki peluang-peluang baru untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pelaku usaha perikanan di Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo di Jakarta, Selasa (27/11).
Sharif menambahkan, berbagai proyek kerjasama pelatihan tersebut antara lain, technical assistance, capacity building, budidaya laut maupun studi-studi tentang
kelautan dan perikanan. Terkait peningkatan kapasitas tersebut, KKP tengah menyiapkan sejumlah tenaga ahli perikanan, unit unit pelaksana teknis maupun pihak swasta untuk turut serta di dalam pelatihan tersebut. Selain itu, nantinya lanjut Sharif dapat berkembang ke arah kerja sama investasi di perikanan budidaya baik dari hulu- sampai hilir baik dari industri pengolahan, sampai dengan diekspornya produk perikanan tersebut.
“Sejumlah investor asal Norwegia yang tertarik sektor perikanan budidaya telah berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia seperti Riau, Nusa Tenggara Barat (NTB), Pulau Seribu, Bangka Belitung. untuk menentukan investasi apa sesuai di daerah tersebut,” .jelasnya.
Di samping itu, kerja sama tersebut diarahkan untuk mempercepat alih teknologi perikanan demi meningkatkan kualitas produk perikanan. Norwegia merupakan salah satu negara yang berhasil mengembangkan industri kelautan dan perikanan secara berkelanjutan serta bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan
inisiatif “Karbon Biru”. Sejalan dengan itu, KKP berkeinginan agar pemerintah Norwegia dapat membuka secara luas akses pasar terhadap beragam produk komoditas perikanan yang diekspor oleh Indonesia.
“Posisi Norwegia yang strategis dapat menjadikan negara ini sebagai hub bagi komoditas perikanan Indonesia untuk masuk ke Eropa. Sehingga dapat meningkatkan ekspor perikanan ke benua biru tersebut,” ungkapnya. Namun demikian, masih terdapat hambatan terkait dikenainya tarif untuk komoditas ikan tuna yang mencapai 24 persen tetapi dari negara Uni Eropa lainnya hanya 0 persen (meski Norwegia bukanlah bagian dari Uni Eropa).
Ekspor dari Indonesia menuju Norwegia pada saat ini masih didominasi oleh beragam ikan hias. Ekspor perdagangan RI ke Norwegia bernilai kurang dari 1 juta dolar AS selama dua tahun berturut-turut. Beranjak dari hal itu, KKP berkomitmen untuk terus mengembangkan industrialisasi perikanan berbasis budidaya laut yang mengadopsi blue economy agar dapat menggerakkan roda perekonomian di Kawasan Pesisir secara lestari dan bertanggung jawab.
Sharif menjelaskan blue economy merupakan investasi baru berbiaya rendah dengan inovasi teknologi dan zero waste di dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. “ Dengan konsepsi blue economy ini kita dapat memanfaatkan limbah ikan baik itu kulitnya, darah, duri, sehingga tidak merusak lingkungan (zero waste),” jelasnya. “Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan budidaya laut yang memiliki nilai tambah sekaligus berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan perekenomian rendah karbon dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sumber : KKP NEWS ||
Hadapi MASA DEPAN dengan SENYUM. Ketika Anda membaca artikel-artikel ini, saya berharap janganlah Anda lupa untuk tersenyum agar hidup selalu terasa Indah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
AWAL KEBANGKITAN AGRIBISNIS di POLITEKNIK KELAUTAN dan PERIKANAN SIDOARJO
Januari 2015 merupakan bulan dan tahun KERAMAT bagi taruna-taruni AGRIBISNIS Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Oh yah, benarkah ...