~~~ Selamat untuk PRODI AGRIBISNIS PERIKANAN (Prodi AGP) Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo telah ter Akreditasi B oleh BAN PT, semoga di masa depan menjadi lebih BAIK ~~~ ... Aamiin ya robbal aalamiin... ~~~ <<< sukses untuk Prodi AGP >>>

Wednesday, January 27, 2016

Rupiah Diramal Kesulitan Berbalik Menguat


JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan sulit menguat jika sentimen pelemahan Euro dan harga minyak mentah masih berlanjut maka akan mengurangi potensi untuk rebound. Harapan penguatan lanjutan rupiah terpatahkan kemarin sehingga hari ini diprediksi akan kembali melanjutkan pergerakan negatifnya.

Rupiah Diramal Kesulitan Berbalik Menguat
"Namun demikian, kami harapkan jika terjadi pelemahan maka dapat lebih terbatas agar tidak membentuk tren pelemahan yang dalam," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Dia memprediksi rupiah melemah terbatas di support Rp13.915/USD serta resisten Rp13.890/USD. Dia menjelaskan setelah pidato Mario Draghi selaku perwakilan Europe Central Bank (ECB) yang menyatakan ada celah untuk memberikan tambahan stimulus pada pertemuan rapat selanjutnya di bulan Maret, dolar Amerika Serikat (USD) pun makin perkasa.

Tuesday, January 12, 2016

Menteri Susi: Bisnis Mutiara Masih Abu-abu



Menteri Susi Bisnis Mutiara Masih Abu abu


Monday, December 28, 2015

RI Akan Pakai Drone Awasi Kapal Asing Pencuri Ikan

RI Akan Pakai Drone Awasi Kapal Asing Pencuri Ikan
Kepala Pelaksana Harian Satgas 115 Laksamana Madya TNI Widodo mengemukakan, Indonesia bakal memakai pesawat tanpa awak (drone) untuk mengawasi kapal asing pencuri ikan tahun depan.


Pihaknya akan membeli dua pesawat tanpa awak terlebih dahulu guna melakukan patroli maritim di perairan Indonesia.



"Pengadaan pesawat tanpa awak dua dulu, drone. Kita tidak bisa bilang harganya karena setiap negara keluarkan tipe berbeda-beda," ujarnya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (28/12/2015).



Menurutnya, dengan ada tambahan armada berupa drone bisa membuat kegiatan pengawasan di laut jadi lebih efisien ketimbang memakai kapal.  "Kegiatan operasional akan efisien dengan menghadirkan pesawat patroli maritim. Kapal tidak perlu gerak ke tengah laut langsung," katanya.



Pesawat tanpa awak itu, lanjut dia, bertugas mengawasi dari udara ke berbagai tempat yang berpotensi tinggi terjadi praktik pencurian ikan 



"Ketika pesawat lihat potensi pelanggaran lalu kapal bergerak. Bergerak ke wilayah yang memiliki potensi tinggi pencurian dan ada kapal disediakan di dekat sana, sehingga jika ada pencurian langsung ditindak," tutur dia.



Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut  (Wakasal) ini menegaskan, pihaknya akan menekan angka praktik pencurian biota laut di Tanah Air hingga nol kasus pada tahun depan.



"Kalau bisa nol, namanya juga target. Data kerugian dari BPK yang dirilis beberapa kali itu Rp300 triliun dan itu memang data yang ada bahkan bisa lebih besar dari APBN, ini bisa kita selamatkan," tandasnya.

Wednesday, December 23, 2015

Wujudkan Keberlanjutan, Laut 0 – 4 Mil Khusus Nelayan Kecil

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, kebijakannya terkait pengelolaan perikanan tangkap di perairan 0-4 mil yang dikhususkan untuk nelayan dengan kapal di bawah 10 GT, bertujuan untuk mewujudkan keberlanjutan sumberdaya ikan di perairan laut Indonesia.
Hasil gambar untuk narmoko prasmadjiHal ini sesuai dengan salah satu pilar pembangunan KKP untuk mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Narmoko Prasmadji, saat konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta (21/12).
Narmoko menuturkan perairan di bawah 4 mil merupakan penyangga dari pengelolaan sumberdaya ikan secara utuh. Wilayah ini merupakan daerah pemijahan, daerah asuh dan daerah sumber makanan bagi ikan kecil dan biota laut yang secara rantai makanan akan menopang ikan-ikan di atas perairan 4 mil.
Selain itu, tambah Narmoko, ikan yang berada di wilayah tepi dan diangkat dengan cara sangat sederhana ini biasanya memiliki harga jual yang mahal. Oleh karena itu, konsesi yang sangat besar tidak diberikan kepada nelayan skala besar untuk menangkap Ikan di wilayah-wilayah tersebut agar tetap terpelihara kelestariannya.

AWAL KEBANGKITAN AGRIBISNIS di POLITEKNIK KELAUTAN dan PERIKANAN SIDOARJO

Januari 2015 merupakan bulan dan tahun KERAMAT bagi taruna-taruni AGRIBISNIS Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Oh yah, benarkah ...