Pusat Penelitian
dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Kelautan dan Perikanan
Sidoarjo pada tahun ini menggelar Diseminasi Hasil Penelitian Dosen untuk
disampaikan kepada masyarakat perikanan se Kabupaten Sidoarjo.
Sugeng
Rahardjo sebagai Ketua panitia penyelenggara Diseminasi, mengatakan Diseminasi
hasil penelitian merupakan suatu cara memberikan
informasi kepada masyarakat baik kepada pembudidaya, pengolah ikan, kelompok
pemasaran, nelayan dan penyuluh perikanan tentang penelitian yang sudah
dihasilkan oleh dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, agar dapat
diaplikasikan dan dikembangkan oleh masyarakat baik usaha bidang budidaya perikanan,
bidang usaha pengolahan hasil perikanan, bidang pemasaran sesuai potensi daerah
wilayah binaan.
Diseminasi tahun
2019 diselenggarakan oleh Tim P3M di pelataran Rumah Makan Barokah Ibu Desa
Lebo Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perikanan
Sidoarjo H. Bachruni Aryawan, Pembantu Direktur I dan segenap civitas akademis
Politeknik KP SIdoarjo serta taruna-taruni yang berkiprah di bidang
kewirausahaan perikanan, para penyuluh perikanan, pemilik UMKM se Kabupaten
Sidoarjo.
Ditambahkan pula
oleh Ketua, Diseminasi kali ini merupakan
Diseminasi Hasil Penelitian Terapan oleh Dosen dari 5 (lima) Program
Studi yang ada di Politeknik KP Sidoarjo yang tersusun sebagai berikut:
Waktu
|
Kegiatan
|
Pelaksana
|
Ket.
|
09.00 - 09.30
|
Registrasi
|
Panitia
|
|
09.30 - 10.00
|
Pembukaan:
1.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
2.
Penyampaian Laporan Panitia
3.
Pembacaan Do’a.
4.
Sambutan Kepala Dinas Perikanan
Kabupaten Sidoarjo.
5.
Sambutan sekaligus membuka oleh Direktur Politeknik KP Sidoarjo
|
MC
|
|
10.00 - 10.20
|
Paparan dan Diskusi Interaktif “Regulasi
osmotik, ionik, dan Na+,K+ATP-Ase pada Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) yang dikultur
pada media air tawar”.
|
Prodi TBP
|
|
10.20 - 10.40
|
Paparan dan Diskusi Interaktif “Pemanfaatan getah
Excoecaria agallocha sebagai Bahan
Aktif pembasmi hama Trisipan (Mollusca)
|
Prodi TPPI
|
|
10.40 - 11.00
|
Coffee Break
|
-
|
|
11.00 - 11.20
|
Paparan dan Diskusi Interaktif “Minat
kosumen terhadap produk olahan Politeknik KP Sidoarjo”.
|
Prodi AGP
|
|
11.20 - 11.40
|
Paparan dan Diskusi Interaktif “Studi
Komparasi tentang Kinerja Kincir Air (Padhel
wheel) dengan Microbubble
Generator”.
|
Prodi MP
|
|
11.40 – 12.00
|
Paparan dan Diskusi Interaktif “Aktivitas
antioksidan dan uji fitokimia pada produk olahan buah pidada (Sonneratia caseolaris)”.
|
Prodi TPPP
|
|
12.00 – 12.20
|
Kunjungan Stan Pameran
|
MC
|
|
12.20 - 12.35
|
ISHOMA
|
||
12.35 - 12.40
|
Penutupan
|
Panitia
|
Pada saat
itu pula Diseminasi Hasil Penelitian dibuka Ibu Tri Rahayu Andayani S. St.Pi,
M.Si selaku Pembantu Direktur I, yang mengatakan Diseminasi sangat perlu diinformasikan kepada masyarakat
perikanan agar dapat diketahui adanya hasil-hasil peneitian oleh Dosen
Politeknik KP Sidoarjo, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat se Kabupeten Sidoarjo khususnya usaha penangkapan, budidaya,
pengolahan, dan pemasaran.
Politeknik KP
Sidoarjo sebagai lembaga pendidikan mempunyai tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi
yakni Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian. Jika Pendidikan telah
dilaksanakan pada saat perkuliahan di kelas, selanjutnya Penelitian dan
Pengabdian merupakan tugas wajib sebagai lembaga pendidikan untuk menyebarkan
Hasil penelitiannya kepada masyarakat.
Plt. Kepala
Dinas Perikanan Sidoarjo H. Bachruni Aryawan pun turut menyambut baik adanya
kegiatan diseminasi ini. Hasil-hasil penelitian seperti ini sangat
ditunggu-tunggu oleh masyarakat perikanan. Tentunya dengan adanya kegiatan
Diseminasi seperti ini kita bisa mengaplikasikan mana yang baik dan mana yang
buruk. Ditambahkan pula oleh beliau, dengan adanya kegiatan Diseminasi, pihak
Dinas tentunya otomatis akan menyambut. Hanya saja untuk saat ini pihaknya
belum ada kegiatan yang mengarah pada kegiatan Diseminasi. Jika pada tahun 2021
yang akan datang, bila ada teknologi yang akan masuk kepada pihaknya dan bisa
diterapkan di lapangan, maka pihaknya akan mencoba aplikasi dengan
demplot-demplot yang ada di masyarakat.
Diakhir
kehadirannya, Plt. Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo H. Bachruni berkenan
mengunjungi Stand Pameran yang digelar oleh taruna-taruni dari 5 (lima) prodi
Politeknik KP Sidoarjo dan para UMKM se Kabupaten Sidoarjo serta mengunjungi
demo Pompa microbubble, dan beliau pun mengatakan “lanjutkan kreatifitas
kalian/anda jangan berhenti hanya sampai di sini, terus berkarya terus berinovasi”.
(sr/p3m)

JAKARTA (19/9) – Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115), Susi Pudjiastuti, Kamis (19/9) menutup rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satgas 115 di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat. Sebelumnya, Rakornas satuan tugas yang fokus memberantas kegiatan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing ini telah diselenggarakan mulai 17-19 September 2019.
Selain itu, ia meyakini, pola operasi dan sindikat pelaku IUU fishing ini memenuhi semua unsur untuk dikategorikan sebagai transnational organized crime. Ia menilai, sudah seharusnya multidoor approach (pendekatan hukum atas tindak pidana di bidang perikanan dengan berbagai undang-undang) diterapkan.
JAKARTA (30/7) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang sinergitas pengamanan dan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan pada Selasa (30/7). MoU itu ditandatangani langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Kapolri Tito Karnavian di Auditorium Rupatama, Mabes Polri, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin antara KKP dan Polri selama ini. Salah satunya, dalam menangkap kapal pelaku illegal fishing sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Terbukti, sebanyak 516 kapal telah ditenggelamkan dalam 4,5 tahun terakhir.
Selanjutnya, ia juga menyinggung perekonomian Indonesia yang didera dengan neraca defisit saat ini. Menurutnya, hal itu bukan disebabkan oleh kinerja ekonomi yang buruk melainkan tidak adanya pelaporan (unreported) dalam kegiatan ekonomi yang masih kerap terjadi, termasuk dalam sektor kelautan dan perikanan.
Saat ini, Indonesia telah menjadi penyuplai ikan terbesar ke-2 di Eropa. Di peringkat dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-4. “Yang nomor 1 di dunia Tiongkok. Tapi saya yakin, kalau yang transshipment ke Tiongkok ini kita bisa kejar, sebetulnya Indonesia itu sudah nomor 1. Namun, unreported tadi masih banyak. Kita harus membawa semua pelaku bisnis mulai compliance,” ungkap Menteri Susi.
Guna mengatasi berbagai masalah yang ada, Menteri Susi menyatakan bahwa pihaknya tak bisa melakukannya sendirian. “Kami sangat butuh dukungan penuh dari pihak kepolisian untuk bisa menata kelola dan mengusut tindak-tindak kejahatan yang ada di industri perikanan,” tutur Menteri Susi.
Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa, Tito menyatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan berbagai tugas yang ada. “Kenapa sekarang? Karena kita butuh kepemimpinan. Kita beruntung sekarang punya Bu Susi yang idealismenya tinggi dan berani. Ini adalah modal yang penting untuk mewjudkan mimpi Bapak Presiden,” tuturnya.