~~~ Selamat untuk PRODI AGRIBISNIS PERIKANAN (Prodi AGP) Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo telah ter Akreditasi B oleh BAN PT, semoga di masa depan menjadi lebih BAIK ~~~ ... Aamiin ya robbal aalamiin... ~~~ <<< sukses untuk Prodi AGP >>>

Monday, March 7, 2011

Pengertian dan Ruang Lingkup Tata Niaga


Pengertian yang menyangkut persoalan cara kita berpencaharian dan cara kita hidup, dibagi ke dalam tiga aspek pokok yaitu: produksi, distribusi dan konsumsi. Dalam pengertian ekonomi; produksi dan distribusi adalah kegiatan yang bertalian dengan penciptaan atau penambahan kegunaan daripada barang dan jasa, sedang konsumsi adalah kegiatan yang bertalian dengan penurunan kegunaan daripada barang dan jasa.
Istilah pemasaran dan tataniaga yang sering kita dengar dalam ucapan sehari-hari di negeri kita adalah terjemahan dari perkataan “marketing” atau biasa disebut tataniaga daripada pemasaran.
Kegunaan yang diciptakan oleh kegiatan tataniaga adalah kegunaan waktu (time utility), kegunaan tempat (place utility), dan kegunaan pemilikan (possesion utility). Kegunaan waktu berarti bahwa barang-barang mempunyai faedah (yang lebih besar) setelah terjadi perubahan waktu, misalnya: ikan tongkol pada waktu bukan musimnya lebih besar faedahnya dibandingkan pada waktu musimnya. 
Kegunaan tempat berarti barang-barang itu mempunyai faedah atau kegunaan yang lebih besar karena perubahan tempat, misalnya: ikan mas yang dihasilkan di Cisaat Kabupaten Sukabumi akan mempunyai kegunaan lebih besar bila dipindahkan atau dibawa ke Jakarta sebagai daerah konsumen. 

Para pembudidaya, pengolah kerupuk, nugget dan lain-lain, akan menjualnya kepada konsumen (karena dibutuhkan) yang memberikan kepuasan (faedah) atau kegunaan baginya, maka terjadilah peralihan pemilikan (possesion utility) atau (ownership utility) melalui prose jual beli.

Berdasarkan uraian di atas, tataniaga dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan bergerak barang-barang dan jasa dari produsen sampai pada konsumen.

Berdasarkan definisi yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa tujuan akhir tataniaga adalah menempatkan barang-barang ke tangan konsumen akhir. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan tataniaga yang dibangun berdasarkan arus barang yang meliputi proses pengumpulan (konsentrasi), proses pengimbangan (equalisasi) dan proses penyebaran (dispersi).

Proses konsentrasi merupakan tahap pertama dari arus barang. Barang-barang yang dihasilkan dalam jumlah kecil dikumpulkan menjadi jumlah lebih besar, agar dapat disalurkan ke pasar-pasar eceran secara lebih efisien.

Equalisasi merupakan tahap kedua dari arus barang, terjadi antara proses konsentrasi dan proses dispersi, yang merupakan tindakan-tindakan penyesuaian permintaan dan penawaran berdasarkan tempat, waktu, jumlah dan kualitas. 

Dispersi merupakan proses tahap akhir daripada arus barang yang terkumpul dan disebarkan ke arah konsumen atau pihak yang menggunakannya.


CIRI-CIRI TATANIAGA HASIL PERIKANAN
Tataniaga hasil perikanan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Sebagian besar dari hasil perikanan berupa bahan makanan yang dipasarkan diserap oleh konsumen akhir secara relatif stabil sepanjang tahun sedangkan penawarannya sangat tergantung kepada produksi yang sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim.
  2. Pada umumnya pedagang pengumpul memberi kredit (advanced payment) kepada produsen (nelayan dan pembudidaya ikan) sebagai ikatan atau jaminan untuk dapat memperoleh again terbesar dari hasil perikanan dalam waktu tertentu.
  3. Saluran tataniaga hasil perikanan pada umumnya terdiri atas: produsen (nelayan dan pembudidaya ikan), pedagang perantara sebagai pengumpul, wholesaler (grosir), pedagang eceran dan konsumen (industri pengolahan dan konsumen akhir).
  4. Pergerakan hasil perikanan berupa bahan makanan dari produsen sampai konsumen pada umumnya meliputi proses-proses pengumpul, pengimbangan dan penyebaran, adapun proses pengumpulan adalah terpenting.
  5. Kedudukan terpenting dalam tataniaga hasil perikanan terletak pada pedagang pengumpul dalam fungsinya sebagai pengumpul hasi;, berhubung daerah fungsi terpencar-pencar, skala produksi kecil-kecil dan produksinya berlangsung musiman.
  6. Tataniaga hasil perikanan tertentu pada umumnya bersifat musiman, karena pada umumnya produksi berlangsung musiman, terutama pada perikanan laut.

No comments:

AWAL KEBANGKITAN AGRIBISNIS di POLITEKNIK KELAUTAN dan PERIKANAN SIDOARJO

Januari 2015 merupakan bulan dan tahun KERAMAT bagi taruna-taruni AGRIBISNIS Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Oh yah, benarkah ...